Main Article Content

Tuti Budirahayu

Abstract

Radikalisme dan etnosentrime merupakan permasalahan sosial sekaligus ancaman bagi keutuhan masyarakat dan bangsa Indonesia yang multikultural. Untuk mencegah sikap dan perilaku radikal, maka diperlukan pengetahuan dan pemahaman nilai-nilai multikulturalisme di kalangan generasi muda. Sejalan dengan hal tersebut maka dilakukan kegiatan penelitian tindakan kelas sekaligus pengabdian pada masyarakat yang dilakukan di SMA Trimurti, Surabaya dan SMA Negeri 1, Bangil-Pasuruan, Jawa Timur. Melalui kegiatan tersebut dikembangkan model pembelajaran multikulturalisme yang terintegrasi dengan mata pelajaran ilmu-ilmu sosial. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah menganalisis muatan materi pembelajaran di mata pelajaran Sosiologi dan Antropologi, dan kemudian merancang ulang model pembelajaran di dua mata pelajaran tersebut dengan mengintengrasikan materi pendidikan multikulturalisme. Setelah merancang ulang materi pembelajaran, materi tersebut diujicoba untuk  diajarkan secara interaktif kepada siswa. Hasil dari kegiatan ini adalah guru mata pelajaran Sosiologi dan Antropologi mampu menyusun model pembelajaran secara kreatif dan inovatif dengan melibatkan siswa secara aktif untuk meneguhkan nilai-nilai multikulturalisme melalui mata pelajaran yang telah ada. Melalui metode tersebut maka siswa menjadi lebih peka dan mampu menghadapi berbagai persoalan masyarakat yang mengarah pada disintegrasi bangsa.

Article Details

How to Cite
Budirahayu, T. . (2022). Pengembangan Model Pembelajaran Multikulturalisme secara Terintegrasi dan Interaktif di Sekolah Menengah Atas. Jurnal Indonesia Maju, 2(1), 1-21. Retrieved from https://www.jurnalim.id/index.php/jp/article/view/43
References
Afif A. 2013. Model Pengembangan Pendidikan Islam Berbasis Multikultural. TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam, 7(1), 1-18.
Aldeirre D, Komala R, & Heryanti E. 2018. Pengaruh Metode Pembelajaran Brainstorming terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Materi Vertebrata pada Siswa SMA. Jurnal Biologi dan Pembelajarannya, 5 (2), 110 – 116. DOI: 10.25273/florea.v5i2.3451
Al-Samarraie H, & Hurmuzan S. 2018. A review of brainstorming techniques in higher education. Thinking Skills and Creativity, 27, 78–91. doi:10.1016/j.tsc.2017.12.002
Ananda, Rusydi, Tien Rafida, Syahrum. 2105. Penelitian Tindakan Kelas, Ciptapustaka Media, Bandung, ISBN 978-602-1317-78-5
Brush TA. 1998. Embedding cooperative learning into the design of integrated learning systems: Rationale and guidelines. Educational Technology Research and Development, 46(3), 5-18.
Budirahayu T. 2018. Pemahaman Konsep Pluralisme dalam Hubungannya Dengan Sikap dan Perilaku Toleransi di Kalangan Siswa SMA di Jawa Timur. Penelitian Unggulan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, tidak diterbitkan.
Ghosh S, & Pandya HV. 2008. Implementation of integrated learning program in neurosciences during first year of traditional medical course: Perception of students and faculty. BMC medical education, 8(1), 44.
Hanafy MS. 2015. Pendidikan Multikultural dan Dinamika Ruang Kebangsaan. Jurnal Diskursus Islam, Volumen 3, Nomor 1
Indrianto N. 2011. Pengembangan Bahan Ajar Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural Bagi Siswa Kelas XII SMAN 2 Kediri (Doctoral dissertation, Tesis).
Lile R, & Kelemen G. 2014. Results of Researches on Strategies of Teaching/Learning/Assessment Based on Interactive Learning Methods. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 163, 120–124. doi:10.1016/j.sbspro.2014.12.296
Maharani Y. 2015. Efektivitas Multimedia Pembelajaran Interaktif Berbasis Kurikulum 2013. Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies, 3(1), 31-40. Curriculum and Educational Technology Department. Retrieved December 27, 2020 from https://www.learntechlib.org/p/209296/.
Mills SC, & Ragan TJ. 2000. A tool for analyzing implementation fidelity of an integrated learning system. Educational Technology research and development, 48(4), 21-41.
Murtadho A. 2016. Mengembangkan Pendidikan Multikultural Dalam Pembelajaran PAI. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 7(1), 1-17.
Patta AK. 2014. Pengembangan Model Perencanaan Komunikasi antar Etnik Sebagai Solusi atas Menguatnya Kesadaran Etnosentrisme. Jurnal Academica, FISIP Untad, VOL.06 No. 01
RQ Rangga Tina, Gani E, & Nursaid. 2013. Peningkatan Pembelajaran Menulis Argumentasi melalui Model Pembelajaran Brainstorming. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(2), Seri A 1-76. DOI : https://doi.org/10.24036/1290-019883
Rehman R, Iqbal A, Syed S, Kamran A. 2011. Evaluation of Integrated Learning Program of Undergraduate Medical Strudents. PJP [Internet]. 28 May 2018 [cited 28 Dec. 2020];7(2):37-1. Available from: http://pjp.pps.org.pk/index.php/PJP/article/view/822
Rohman A, & Ningsih Y. 2018. Pendidikan Multikultural: Penguatan Identitas Nasional di Era Revolusi Industri 4.0. Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin, 1, 44-50. Retrieved from http://ejournal.unwaha.ac.id/index.php/snami/article/view/261
Shimura T, Aramaki T, Shimizu K, Miyashita T, Adachi K, & Teramoto A. 2004. Implementation of integrated medical curriculum in Japanese medical schools. Journal of Nippon Medical School, 71(1), 11-16.
Syaifuddin AF. 2006. Membumikan Multikulturalis-me di Indonesia. Jurnal Antropologi Budaya ETNOVISI, Vol II, No.1
Widiantono N. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Interaktif untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas 5 SD. Scholaria: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 7(3),199-213. https://doi.org/https://doi.org/10.24246/j.scholaria.2017.v7.i3.p199-213
Zuriah N. 2011. Model pengembangan pendidikan kewarganegaraan multikultural berbasis kearifan lokal dalam fenomena sosial pasca reformasi di perguruan tinggi. Jurnal Penelitian Pendidikan, 12(2), 63-72.